Oleh : Syarif Amien
Aku ingin menulis puisi
Hurufnya diambil dari rangkain harapan
Aku ingin menulis puisi
Tintanya ku peras dari darah penyair
Aku ingin menulis puisi
Qolamnya ku petik dari ranting
Tempat bertengger burung berkicau syahdu
Tetapi, kata menjadi ciut ketika bertemu rindu
Dan kalimat menjadi tersihir oleh pesonamu.
Bibirmu menggariskan cakrawala mempesona
Senyumnya mengalahkan sajak penyair bagi perindu
Tawanya renyah berdendang
Nadanya serupa seruling Isyq sang sufi
Sorot matanya adalah tatapan
Pancaran cahayanya terbenam dimataku
Semoga kita adalah sepasang doa
yang dipanjatkan cinta
yang menjadikannya abadi
Subang, 27 april 2019
0 comments:
Posting Komentar