Selasa, 24 Maret 2020

Jurnal Sistem Informasi Akutansi

https://drive.google.com/open?id=1SzZXD_jYrHnQ6SBhBHfeGAXmLDOp0PFJ

Abstrak
Sistem informasi akuntansi (SIA) sangat diperlukan oleh sebuah perusahaan yang bergerak di bidang apapun karena mengandung sebuah proses untuk melaporkan kondisi keuangan perusahaan secara akurat dan benar untuk semua pihak yang membutuhkan. Proses tersebut berkaitan dengan teknologi informasi untuk memajukan usaha atau bisnis. Metode penelitian yang digunakan dalam jurnal ini adalah metode kualitatif dan kuantitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan kuesoner.
Hasil dari pengumpulan data akan di analisis lalu di akan di tulis dengan penjelasan yang singkat dan jelas sehingga bisa menghasilkan pemahaman yang lebih mudah di mengerti. Di akhir jurnal pun akan di berikan sebuah kesimpulan untuk hasil dari apa yang sudah di tulis.
I. Pendahuluan
1.1 Latar belakang
Informasi dari suatu perusahaan, terutama Informasi keuangan dibutuhkan oleh berbagai macam pihak yang berkepentingan. Pihak-pihak diluar perusahaan, seperti kreditur, calon investor, kantor pajak, dan lain-lain memerlukan Informasi ini dalam kaitannya dengan kepentingan mereka. Di samping itu, pihak intern yaitu manajemen juga memerlukan Informasi untuk mengetahui, mengawasi, dan mengambil keputusan-keputusan untuk menjalankan perusahaan.
Untuk memenuhi kebutuhan Informasi bagi pihak luar maupun dalam perusahaan disusun suatu sistem akuntansi. Sistem ini direncanakan untuk menghasilkan Informasi yang berguna bagi pihak luar maupun dalam perusahaan. Sistem akuntansi yang disusun untuk suatu perusahaan dapat diproses secara manual (tanpa mesin-mesin pembantu) atau proses dengan menggunakan mesin-mesin mulai dari mesin pembukuan yang sederhana sampai denagn computer.
Sistem Informasi akuntansi salah satu sistem Informasi diantara berbagai sistem yang digunakan oleh manajemen dalam mengelola perusahaan. Sistem ini merupakan subsistem Informasi manajemen yang mengelola data keuangan menjadi Informasi keuangan untuk memenuhi kebutuhan pemakai intern maupun pemakai ekstern.
1.2 Rumusan Masalah
a. Apakah pengertian Sistem Informasi Akuntansi?
b. Bagaimanakah model Sistem Informasi Akuntansi?
c. Bagaimana karakteristik Sistem Informasi Akuntansi?
d. Apakah peranan Sistem Informasi Akuntansi?
e. Siapa sajakah pemakai Sistem Informasi Akuntansi?
f. Apakah pengertian dari Pengolahan Data?
g. Apa saja contoh dari Sistem Informasi Akuntansi?
II. Pembahasan
1.2 Landasan Teori
Sistem Informasi adalah suatu sistem menggunakan teknologi komputer untuk menyajikan informasi kepada para pemakainya dalam mengambil keputusan. Sistem informasi pada umumnya memiliki enam komponen utama, yaitu:
1. Masukan, meliputi data, serta metode dan media yang digunakan untuk memasukkan data tersebut.
2. Model, meliputi model logika matematik yang digunakan untuk mengolah data sehingga menghasilkan keluaran yang dikehendaki
3. Keluaran, yaitu informasi bermutu yang dihasilkan dari proses pengolahan, baik berupa laporan ataupun dokumen.
4. Blok Teknologi, berupa alat yang digunakan untuk menangkap masukan dan menjalankan model system informasi.
5. Basis Data yaitu tempat menyimpan data yang digunakan untuk kebutuhan pemakai.
6. Pengendalian, berfungsi untuk melindungi sistem informasi dari segala macam hambatan/ ancaman.

Sistem Informasi terdiri dari beberapa jenis, yaitu:
1. Sistem Pengolahan Data Elektronik (Elektronic Data Processing / EDP)
2. Sistem Informasi Manajemen (Manajemen Information Systems / MIS)
3. Sistem Pendukung Keputusan (Decision Support Systems / DSS)
4. Sistem Pakar (Expert System/ ES)
5. Sistem Informasi Eksekutif (Executive Information Systems / EIS)
6. Sistem Informasi Eletronik Bisnis (e-Business Information Systems)



1.Tujuan Sistem Informasi Akutansi
Tujuan Sistem Informasi yaitu, sebagai berikut :
- Mendukung fungsi kepengurusan (stewardship) manajemen suatu organisasi/ perusahaan, karena manajemen bertanggungjawab untuk menginfomasikan pengaturan dan penggunaan sumber daya organisasi dalam rangka pencapaian tujuan organisasi tersebut.
- Untuk mendukung pengambilan keputusan manajemen, karena sistem informasi memberikan informasi yang diperlukan oleh pihak manajemen untuk melakukan tanggung jawab pengambilan keputusan.
- Dan, untuk mendukung kegiatan operasi perusahaan hari demi hari. Sistem informasi membantu personil operasional untuk bekerja lebih efektif dan efisien.”



1.3 Peranan Sistem Informasi Akutansi
Peranan sistem informasi akuntansi
1. Memperbaiki kualitas & mengurangi biaya dalam menghasilkan barang/jasa
2. Memperbaiki efisiensi
3. Memperbaiki pengambilan keputusan
4. Menciptakan keunggulan kompetitif
1.4 Peran Sistem Informasi Akutansi dalam Rantai Nilai
Pada umumnya organisasi bertujuan menyediakan nilai untuk pelanggan. Hal tersebut membutuhkan pelaksanaan berbagai kegiatan yang berbeda-beda, dan dapat dikonseptualisasikan dalam bentuk rantai nilai (value chain).
Rantai nilai organisasi terdiri dari lima aktivitas utama (primary activities) yang secara langsung memberikan nilai kepada para pelanggannya, yaitu:
1. Inbound logistics
terdiri dari penerimaan, penyimpanan, dan distribusi bahan-bahan masukan yang digunakan oleh organisasi untuk menghasilkan produk dan jasa yang dijualnya.
2. Operasi (operations)
adalah aktivitas-aktivitas yang mengubah masukan menjadi jasa atau produk yang sudah jadi.
3. Outbond logistics
adalah aktivitas-aktivitas yang melibatkan distribusi produk yang sudah jadi ke para pelanggan.
4. Pemasaran dan penjualan
mengarah pada aktivitas-aktivitas yang berhubungan dengan membantu para pelanggan untuk membeli jasa atau produk yang dihasilkan organisasi.
5. Pelayanan (service)
memberikan dukungan pelayanan purna jual kepada para pelanggan.

1.5 Sistem Informasi Akutansi dan Strategi Korporat
Dibawah ini adalah pendapat tentang Sistem Informasi Akuntansi (SIA) :

1. Wilkinson (1991)
"Sistem informasi akuntansi (SIA) merupakan suatu kerangka pengkordinasian sumber daya (data, meterials, equipment, suppliers, personal, and funds) untuk mengkonversi input berupa data ekonomik menjadi keluaran berupa informasi keuangan yang digunakan untuk melaksanakan kegiatan suatu entitas dan menyediakan informasi akuntansi bagi pihak-pihak yang berkepentingan".

2. Gelinas, Orams, dan Wiggins (1997)
Mendefinisikan sistem informasi akuntansi (SIA) sebagai subsistem khusus dari sistem informasi manajemen yang tujuannya adalah menghimpun, memproses dan melaporkan informsi yang berkaitan dengan transaksi keuangan.
1.6 Strategi Korporat
Strategi Korporat adalah pendekatan yang dilakukan oleh suatu oraganisasi bisnis untuk merealisasikan visinya sehingga dapat memberikan nilai kepada pemakainya secara berbeda dibandingkan para pesaingnya.
Terdapat 4 Komponen yang harus ada dalam membentuk strategi korporat :

1. Tujuan yang akan dicapai.
2. Strategi yang akan digunakan untuk mencapainya.
3. Taktik atau cara dimana sumber daya akan digunakan.
4. Sumber daya yang dimiliki.

Dalam menjalankan strategi, para eksekutif perusahaan ataupun pihak manajemen pada umumnya harus menentukan basis pengambilan keputusan yang berdampak pada strategi dengan menggunakan “driving force” tunggal dalam bisnis. Setidaknya ada 8 daya dorong yang menjadi dasar pengembangan strategi korporasi, diantaranya:
1. Produk yang diberikan.
2. Kapabilitas produksi.
3. Sumber daya alam.
4. Kebutuhan pasar.
5. Metode penjualan.
6. Ukuran dan pertumbuhan.
7. teknologi.
8. Metode distribusi, atau keuntungan.

Hasil-hasil implementasi strategi korporasi ini akan secara terus menerus dipantau secara periodik oleh pihak manajemen melalui berbagai aktivitas pelaporan yang dilakukan oleh seluruh unit kerja organisasi. Beberapa pertanyaan penting untuk melihat berjalannya strategi adalah:
• Apa yang telah dilakukan untuk meningkatkan layanan pelanggan.
• Apa yang telah dilakukan untuk meningkatakan kepuasan pelanggan.
• Apa yang telah dilakukan untuk mengurangi biaya.
• Apa yang telah dilakukan untuk meningkatkan produktivitas.
• Apa yang telah dilakukan untuk meningkatkan pendapatan melalui produk atau layanan baru.
III. Penutup
1.5 Kesimpulan
Dari pembahasan di atas dapat di tarik kesimpulan Sistem Informasi Akuntansi (SIA) adalah Kumpulan sumber daya yang di rancang untuk mentranformasikan data menjadi informasi. Informasi di komunikasikan keberagam pemakai. Kita mengunakan istilah sistem informasi akuntansi karena mencakup siklus-siklus pemprosesan transaksi, penggunaan teknologi informasi dan pengemangan system informasi. Sebagian besar organisasi mengalami kejadian-kejadian ekonomi yang hamper sama kejadian-kejadian ini menimbulkan transaksi-transaksi yang dapat di kelompokan menjadi 4 siklus produksi dan siklus keuangan. Struktur pengendalain intern mencakup kebijakan dan prosedur-prosedur yang di buat untuk menjamin bahwa tujuan–tujuan tertentu organisasi akan dapat di capai.
Siklus transaksi memberikan kerngka system untuk menganalis dan merancang system informasi di mana di dalamnya terdapat tujuan yang serupauntuk masing-masing siklus yang berbeda itu. Tujuan ini merupakan bagian integral dari struktur intern organisasi. Dewasa ini perkembangan teknologi dibidang komputer sudah semakin berkembang dengan semakin banyak inovasi yang terjadi baik dalam hal pengembangan perangkat keras maupun lunak. Oleh karena itu perkembangan tekhnolgi dibidang komputer ini akan membawa dampak yang cukup berarti dalam perkembangan sistem informasi akuntansi.
1.6. Saran
Dalam penyusunan Makalah ini, penulis ingin memberikan beberapa saran-saran yang nantinya semoga dapat dijadikan sebagai bahan pembelajaran dan pertimbangan, yang diantaranya :
1. Dalam suatu sistem informasi perusahaan, sistem informasi akuntansi merupakan suatu bagian dari sistem informasi yang lebih banyak berhubungan dengan data keuangan
2. Sarana dan prasarana yang diperlukan dalam operasional usaha harus dapat terpenuhi dan terpelihara dengan baik.
3. Perlu ada peningkatan pengetahuan dan pelatihan guna mengantisipasi perkembangan. Dengan demikian dapat dikatakan Gagasan sebuah sistem informasi akuntansi yang berdasarkan komputer tidak berarti otomatisasi total. Konsep sistem dan mesin menyiratkan bahwa sebagian tugas sebaiknya dilaksanakan oleh manusia dan tugas lainnya lebih baik dilakukan oleh mesin.
1.7. Daftar Pustaka
- https://www.jurnal.id/id/blog/pengertian-dan-fungsi-sistem-informasi-akuntansi-dalam-perusahaan/
- https://www.finansialku.com/definisi-sistem-informasi-akuntansi/
- https://easyaccountingsystem.co.id/tujuan-sistem-informasi-akuntansi/
- https://1fitriani.blogspot.com/2016/09/makalah-sistem-informasi-akuntansi.html
- https://fhanincredible.wordpress.com/2010/10/09/tinjauan-menyeluruh-sia/
- Johnson, G. and Scholes, K. (2002). Exploring Corporate Strategy: Text and Cases. 6th ed. Prentice Hall: Harlow.
- Kenneth Andrews. (1980). The Concept of Corporate Strategy, 2nd Edition Dow-Jones Irwin.

Share:

Sabtu, 19 Oktober 2019

Tuhan dan Social Media

Apa kalian percaya keberadaan tuhan? Apa kalian percaya jika beribadah dapat membuat kalian masuk surga –NYA atau sebaliknya? Bukan kah pertanyaan itu cukup mengganggu kalian semua ? sebagai manusia yang beragama kita seakan dituntut untuk meyakini sesuatu yang bahkan kita tidak memahami nya sedikit pun. Pada era milenial ini banyak manusia yang bisa dengan mudah meyakini eksistensi tuhan dan percaya bahwa semua yang dilakukannya bisa membuatnya diterima di surga –NYA. Tanpa disadari mereka melakukan itu semua semata – mata kepercayaan dapat dibangun semudah menyebarkan ceramah pemuka agama di social media. bukankah itu hal yang cukup lucu ? karna kita bisa simpulkan ternyata tuhan tidak hanya menerima do’a via Ibadah tapi juga menerima doa via facebook, Instagram, twitter, dan lainnya. Sebagai manusia mereka lupa bahwa dirinya manusia dan secara tidak langsung mereka menjadi bagian dari teknologi itu sendiri. Mungkin tuhan tidak akan mempermasalahkan dimana kalian berdoa atau menggunakan apa kalian berdoa tapi tuhan pasti merasa kecewa bahwa cara hamba -NYA mendekatkan diri pada –NYA dengan cara Like, comment, share, dan subcribe. seharusnya kita memikirkan perasaan tuhan bahwa di surga tidak ada wifi, smartphone, laptop, dan bahkan I Phone 11. Mungkin dengan kuasa –Nya tuhan bisa dengan mudah menghadirkan itu semua di surga –NYA tapi apa mungkin tuhan mau menghabiskan waktunya hanya untuk berselancar di internet ? jika tuhan memang mau berselancar di internet mungkin tuhan akan semakin kecewa dengan keadaan makhluk ciptaan –NYA .
Manusia kini memperjual belikan tiket surga melalui social media dan itu fakta yang cukup unik karena mereka menjual tiket surga yang bahkan mereka tidak tau bagaimana bentuk surga itu sendiri. Social media sudah membuat kita mengabaikan akal sehat yang sudah tuhan berikan dan itu adalah suatu kemunduran telak untuk manusia. Beragama memang harus di jalani dengan keyakinan yang kuat tapi bukan berarti kita harus mengabaikan logika. Mempertebal iman tanpa memperluas akal itu sama saja seperti membangun rumah tapi mengabaikan pondasi karna hati dan pikiran adalah hal yang tidak bisa di kedepankan salah satunya. Hati dan pikiran harus berjalan seimbang selayaknya dau pasangan suami istri yang membangun rumah tangga yang sehat dan baik.

Internet menjadi salah satu alat yang bisa membantu manusia menjalin silaturahmi ke sesamanya tapi sayang nya internet bukan alat yang cukup baik untuk mendekatkan diri pada tuhan.
Share:

ME

Welcome to my blog.
Nama gua tian, gua gak cukup ahli ngasih perkenalan tapi yang terpenting ya gua harap kalian bisa nikmatin blog gua. silahkan baca sepuas nya dan kalo mau copy paste juga gapapa tapi jangan lupa cantumin link ini https://savetyart.blogspot.com/ sebagai sumber ya. :)
Share:

Sabtu, 25 Mei 2019

MANUNGGALING KAWULA CINTA

Oleh : Syarif Amien

Aku adalah catatan harianmu yang setia menuliskan cinta
Aku adalah mentari yang menghangatkan harapanmu
Aku adalah bunga yang menyimpan harummu
Aku adalah sepenuh totalitas untukmu
Karena

Kau adalah keabadianku
Kau adalah kerelaan jiwa ragaku
Kau adalah kehangatanku
Kau adalah embun, menyejukkan
Dan
Kau adalah Aku

Kau adalah Aku dalam kesejatian
Kau adalah aku dalam kesetiaan kesatuan
Aku adalah kau dalam kasih
Aku adalah kau dalam wadah hati
Kau adalah aku dalam ejaan kita

Biarkan kita bertemu dalam rindu
Bertatap dalam doa
Bermesra dalam kasih
Berpegangan dalam duka
Selalu erat dalam suka
Menyatu dalam asa
Menatap dalam cita
Menuju cinta

Subang, 19 februari 2019

Share:

AKU INGIN

Oleh : Syarif Amien

Aku ingin menulis puisi
Hurufnya diambil dari rangkain harapan

Aku ingin menulis puisi
Tintanya ku peras dari darah penyair

Aku ingin menulis puisi
Qolamnya ku petik dari ranting
Tempat bertengger burung berkicau syahdu

Tetapi, kata menjadi ciut ketika bertemu rindu
Dan kalimat menjadi tersihir oleh pesonamu.

Bibirmu menggariskan cakrawala mempesona
Senyumnya mengalahkan sajak penyair bagi perindu

Tawanya renyah berdendang
Nadanya serupa seruling Isyq sang sufi

Sorot matanya adalah tatapan
Pancaran cahayanya terbenam dimataku

Semoga kita adalah sepasang doa
yang dipanjatkan cinta
yang menjadikannya abadi

Subang, 27 april 2019









Share:

Sabtu, 30 Maret 2019

SISTEM INFORMASI AKUTANSI


Sejarah Sistem Informasi Akutansi (SIA)
            Pada tahun 1970 sistem informasi akutansi (SIA) dirancang untuk sistem penggajian. Pada dasarnya sistem informasi akutansi berawal dari keresahan yang terjadi pada lingkup perusahaan dalam menangani sistem penggajian dan keuangan dalam suatu perusahaan. Dimulai dari para praktisi akutansi yang memulai memasuki ranah IT dan di lanjutkan oleh perusahaan – perusahaan besar yang ikut andil dalam mengembangkan sistem informasi akutansi seperti salah satu pengembangan yang cukup berpengaruh yaitu MYOB,ACCURATE,ZAHIR, dan ERP.
Apa itu Sistem Informasi Akutansi (SIA)
          Sistem adalah kesatuan dari komponen – komponen yang tersusun dan saling berhubungan satu sama lain untuk menyalurkan informasi,materi, atau energi. Sistem bukan lah hal asing bagi kebanyakan orang karena kita sebagai makhluk sosial sudah sangat terbiasa pada sebuah sistem dan juga hampir segala sesuatu selalu ada sistem agar semuanya bisa berjalan dengan baik.
            Sistem Informasi adalah perangkat lunak untuk menghubungkan komponen satu sama lain sehingga dapat menghasilkan sebuah data yang sudah di olah. Semua komputer harus memiliki sistem informasi agar bisa berjalan dengan baik. Sistem informasi sendiri memiliki peran yang sangat penting dalam menyalurkan sebuah data yang ada di komputer.
            Sistem informasi akutansi atau yang biasa di sebut SIA memiliki definisi dari penggabungan beberapa sub teori. Menurut Bodnar dan Hopwood (2006), yang diterjemahkan oleh Amir Abadi Yusuf menyatakan bahwa, “Sistem informasi akuntansi merupakan kumpulan sumber daya, seperti manusia dan peralatan yang dirancang untuk mengubah data keuangan dan data lainnya ke dalam informasi, informasi tersebut dikomunikasikan kepada para pembuat keputusan.”
Menurut Barry E. Cushing yang dikutip dan dialih bahasakan oleh La Midjan & Azhar Susanto (2003) mengatakan bahwa, “Sistem informasi akuntansi merupakan seperangkat sumber manusia dan modal dalam organisasi, yang berkewajiban untuk menyajikan informasi keuangan dan juga informasi yang diperoleh dari pengumpulan dan memproses data.
Definisi di atas bisa kita simpulkan sistem informasi akutansi adalah suatu kombinasi untuk mengatur keuangan sehingga menghasilkan sebuah data yang valid.
Sistem informasi akutansi juga memiliki beberepa komponen, yaitu :
1.      Manusia
2.      Komputer
3.      Basis data
4.      Pengkodean
5.      Dokumen
6.      Laporan
Fungsi Sistem Informasi Akutansi
1.      Mengumpulkan dan menyimpan data tentang aktivitas dan transaksi.
2.      Memproses data menjadi into informasi yang dapat digunakan dalam proses pengambilan keputusan.
3.      Melakukan kontrol secara tepat terhadap aset.
Manfaat  Sistem Informasi Akutansi
1.      Menyediakan informasi yang akurat dan tepat waktu sehingga dapat melakukan aktivitas utama pada value chain secara efektif dan efisien.
2.      Meningkatkan kualitas dan mengurangi biaya produk dan jasa yang dihasilkan
3.      Meningkatkan efisiensi
4.      Meningkatkan kemampuan dalam pengambilan keputusan
5.      Meningkatkan sharing knowledge
6.      menambah efisiensi kerja pada bagian keuangan
Kesimpulan
            Kesimpulan dari apa yang sudah dijelaskan diatas tentang sistem informasi akutansi adalah bahwa pada era globalisasi saat ini sistem informasi akutansi sangat dibutuhkan dalam sebuah perusahaan atau organisasi  untuk membantu dalam mengatur keuangan terutama. Sehingga semua nya bisa menghasilkan sebuah informasi yang valid.





Daftar Pustaka


Share:

Senin, 12 November 2018

IT Forensics


IT Forensics



Di Susun Oleh :

NAMA      :  Septian Ahmad Syadad
NIM          : 36116925

                       
PROGRAM STUDI SISTEM INFORMASI
UNIVERSITAS GUNADARMA
2016/201














KATA PENGANTAR
Assalamualaikum wr .wb.
         Puji syukur alhamdulilah kita panjatkan kehadiran Allah SWT, atas rahmat, taufik , hidayah dan karuNia-nya  yang telah di berikan , sehingga penulis dapat menyelesaikan tugas ini. Shalawat dan salam tidak lupa kita curahkan kepada Nabi besar kita Muhammmad SAW yang telah membawa umat manusia dari jaman jahilliyah hingga jaman modern ini.
        penulis mengucapkan banyak terima kasih dengan setulus hati kepada bapak RIANA. M.kom selaku dosen pengampu mata kuliah analisa perancangan system informasi sehingga dengan penuh kesabaran tugas ini dapat terselesaikan.
       penulis menyadari tugas ini masih jauh dari  kata sempurna, untuk itu saran dan kritik sangat diharapkan untuk pengembangan yang lebih baik.
      Akhir kata, penulis mengucapkan banyak terima kasih kepada pihak-pihak yang telah membantu, baik atas dukungan yang telah di berikan maupun atas respon positif dari para pembaca dalam penulisan tugas ini.

Wassalamualaikum wr.wb.
                                                                                                            jakarta, 12 November 2018
    Penulis

Septian Ahmad





ABSTRAK
 forensik atau kadang disebut komputer forensik yaitu ilmu yang menganalisa barang bukti digital sehingga dapat dipertanggungjawabkan di pengadilan. Kegiatan forensik komputer sendiri adalah suatu proses mengidentifikasi, memelihara, menganalisa, dan mempergunakan bukti digital menurut hukum yang berlaku. IT Forensik dibutuhkan untuk pengumpulan bukti dan fakta karena adanya tindakan kejahatan pelanggaran keamanan sistem informasi oleh para cracker atau cybercrime. Dengan menjaga bukti digital tetap aman dan tidak berubah, maka kasus hukum akan mudah diselesaikan. Kata kunci : IT, Forensik, Audit, Komputer








DAFTAR ISI :
Cover………………………………………………………………………………        1
Kata Pengantar..........................................................................................................       2
Abstrak……………………………………………………………………………...       3
Daftar Isi....................................................................................................................       4
A.    PENGERTIAN...................................................................................................       5
1.      TUJUAN DAN FOKUS FORENSIC KOMPUTER.........................................       5
2.          MANFAAT FORENSIC KOMPUTER.........................................................       5
B.     KEJAHATAN KOMPUTER..............................................................................       6
1.      CYBER LAW...................................................................................................       7
2.        INTERNAL CRIME......................................................................................       7
3.         EXTERNAL CRIME....................................................................................       8
C.     AUDIT IT................................................................................... ……………...9
1.      PENGERTIAN AUDIT IT............................................................................. 9
2.      ­­­­ SEJARAH SINGKAT AUDIT IT................................................................ 9
3.      .JENIS AUDIT IT......................................................................................... 11
4.      METODOLOGI AUDIT IT......................................................................... 11
5.      MANFAAT AUDIT IT................................................................................ 13
D.    KESIMPULAN……………………………………………………………...14
E.     DAFTAR PUSTAKA………………………………………………………..15














A.    PENGERTIAN IT FORENSIC
IT Forensik merupakan ilmu yang berhubungan dengan pengumpulan atau penylidikan  fakta dan bukti pelanggaran keamanan sistem informasi serta validasinya menurut metode yang digunakan (misalnya metode sebab-akibat), di mana IT Forensik bertujuan untuk mendapatkan fakta-fakta objektif dari sistem informasi
Beberapa definisi IT Forensics
1.      Definisi sederhana, yaitu penggunaan sekumpulan prosedur untuk melakukan pengujian secara menyeluruh suatu sistem komputer dengan mempergunakan software dan tool untuk memelihara barang bukti tindakan kriminal.
2.      Menurut Noblett, yaitu berperan untuk mengambil, menjaga, mengembalikan, dan menyajikan data yang telah diproses secara elektronik dan disimpan di media komputer.
3.      Menurut Judd Robin, yaitu penerapan secara sederhana dari penyidikan komputer dan teknik analisisnya untuk menentukan bukti-bukti hukum.

1.      TUJUAN FORENSIC KOMPUTER
            Tujuan IT Forensics adalah untuk mendapatkan fakta - fakta objektif dari sistem informasi, karena semakin berkembangnya teknologi komputer dapat digunakan sebagai alat bagi para pelaku kejahatan komputer. serta melakukan penyelidikan terstruktur sambil mempertahankan rantai didokumentasikan bukti untuk mencari tahu persis apa yang terjadi pada komputer dan siapa yang bertanggung jawab untuk itu. Peneliti forensik biasanya mengikuti suatu standar prosedur.
2.      MANFAAT FORENSIC KOMPUTER

1.      Organisasi atau perusahaan dapat selalu siap dan tanggap seandainya ada tuntutan hukum yang melanda dirinya, terutama dalam mempersiapkan bukti-bukti pendukung yang dibutuhkan.
2.      Seandainya terjadi peristiwa kejahatan yang membutuhkan investigasi lebih lanjut, dampak gangguan terhadap operasional organisasi atau perusahaan dapat diminimalisir.
3.      Membantu organisasi atau perusahaan dalam melakukan mitigasi resiko teknologi informasi yang dimilikinya.
4.      Para kriminal atau pelaku kejahatan akan berpikir dua kali sebelum menjalankan aksi kejahatannya terhadap organisasi atau perusahaan tertentu yang memiliki kapabilitas forensik computer.


B.     KEJAHATAN KOMPUTER

Berbeda dengan di dunia nyata, kejahatan di dunia komputer dan internet variasinya begitu banyak, dan cenderung dipandang dari segi jenis dan kompleksitasnya meningkat secara eksponensial. Secara prinsip, kejahatan di dunia komputer dibagi menjadi tiga, yaitu:
1.      Aktivitas dimana komputer atau piranti digital dipergunakan sebagai alat bantu untuk melakukan tindakan criminal.
2.      Aktivitas dimana komputer atau piranti digital dijadikan target dari kejahatan itu sendiri.
3.      Aktivitas dimana pada saat yang bersamaan komputer atau piranti digital dijadikan alat untuk melakukan kejahatan terhadap target yang merupakan komputer atau piranti digital juga.
       Beberapa contoh kejahatan yang dimaksud dan erat kaitannya dengan kegiatan forensic computer:
1.      Pencurian kata kunci atau "password" untuk mendapatkan hak akses.
2.      Penyadapan jalur komunikasi digital yang berisi percakapan antara dua atau beberapa pihak terkait.
3.      Penyelundupan file-file berisi virus ke dalam sistem korban dengan beraneka macam tujuan.
4.      Penyelenggaraan transaksi pornografi anak maupun hal-hal terlarang lainnya seperti perjudian, pemerasan, penyalahgunaan wewenang, pengancaman, dll.
5.      Hacking, adalah melakukan akses terhadap sistem komputer tanpa izin atau dengan malwan hukum sehingga dapat menembus sistem pengamanan komputer yang dapat mengancam berbagai kepentingan.
6.      Pembajakan yang berkaitan dengan hak milik intelektual, hak cipta, dan hak paten.

1.      CYBER LAW
            Cyberlaw adalah hukum yang digunakan didunia maya (cyber space) yang umumnya diasosiasikan dengan internet. Cyberlaw merupakan aspek hukum yang ruang lingkupnya meliputi suatu aspek yang berhubungan dengan orang atau subyek hukum yang menggunakan dan memanfaatkan teknologi internet yang dimulai pada saat online dan memasuki dunia cyber atau duni maya. Cyberlaw sendiri merupakan istilah yang berasal dari Cyberspace Law. Cyberlaw akan memainkan peranannya dalam dunia masa depan, karena nyaris tidak ada lagi segi kehidupan yang tidak tersentuh oleh keajaiban teknologi.
Cyber law erat lekatnya dengan dunia kejahatan. Hal ini juga didukung oleh globalisasi. Zaman terus berubah-ubah dan manusia mengikuti perubahan zaman itu. Perubahan itu diikuti oleh dampak positif dan dampak negatif.
2.      INTERNAL CRIME
            Kelompok kejahatan komputer ini terjadi secara internal dan dilakukan oleh orang dalam “Insider”. Contoh modus operandi yang dilakukan oleh “Insider” adalah:
1.      Manipulasi transaksi input dan mengubah data (baik mengurang atau menambah).
2.      Mengubah transaksi (transaksi yang direkayasa).
3.      Menghapus transaksi input (transaksi yang ada dikurangi dari yang sebenarnya).
4.      Memasukkan transaksi tambahan.
5.      Mengubah transaksi penyesuaian (rekayasa laporan yang seolah-olah benar).
6.      Memodifikasi software/ termasuk pula hardware.

3.      EXTERNAL CRIME
Kelompok kejahatan komputer ini terjadi secara eksternal dan dilakukan oleh orang luar yang biasanya dibantu oleh orang dalam untuk melancarkan aksinya.
Contoh kejahatan yang target utamanya adalah jaringan komputer atau divais yaitu:
·         Malware (malicious software / code
Malware adalah perangkat lunak yang diciptakan untuk menyusup atau merusak sistem komputer, server atau jaringan komputer tanpa izin (informed consent) dari pemilik. Istilah ini adalah istilah umum yang dipakai oleh pakar komputer untuk mengartikan berbagai macam perangkat lunak atau kode perangkat lunak yang mengganggu atau mengusik.
·         Denial-of-service (DOS) attacks
DoS adalah jenis serangan terhadap sebuah komputer atau server di dalam jaringan internet dengan cara menghabiskan sumber (resource) yang dimiliki oleh komputer tersebut sampai komputer tersebut tidak dapat menjalankan fungsinya dengan benar sehingga secara tidak langsung mencegah pengguna lain untuk memperoleh akses layanan dari komputer yang diserang tersebut.
·         Computer viruses
Virus komputer merupakan program komputer yang dapat menggandakan atau menyalin dirinya sendiri dan menyebar dengan cara menyisipkan salinan dirinya ke dalam program atau dokumen lain. Virus murni hanya dapat menyebar dari sebuah komputer ke komputer lainnya (dalam sebuah bentuk kode yang bisa dieksekusi) ketika inangnya diambil ke komputer target.

·         Cyber stalking (Pencurian dunia maya)
Cyberstalking adalah penggunaan internet atau alat elektronik lainnya untuk menghina atau melecehkan seseorang, sekelompok orang, atau organisasi.
·         Penipuan dan pencurian identitas
Pencurian identitas adalah menggunakan identitas orang lain seperti KTP, SIM, atau paspor untuk kepentingan pribadinya, dan biasanya digunakan untuk tujuan penipuan. Umumnya penipuan ini berhubungan dengan Internet, namun sering huga terjadi di kehidupan sehari-hari.
·         Phishing Scam
Dalam securiti komputer, phising (Indonesia: pengelabuan) adalah suatu bentuk penipuan yang dicirikan dengan percobaan untuk mendapatkan informasi peka, seperti kata sandi dan kartu kredit, dengan menyamar sebagai orang atau bisnis yang terpercaya dalam sebuah komunikasi elektronik resmi, seperti surat elektronik atau pesan instan. Istilah phishing dalam bahasa Inggris berasal dari kata fishing ( memancing), dalam hal ini berarti memancing informasi keuangan dan kata sandi pengguna.
·         Perang informasi (Information warfare)
Perang Informasi adalah penggunaan dan pengelolaan informasi dalam mengejar keunggulan kompetitif atas lawan. perang Informasi dapat melibatkan pengumpulan informasi taktis, jaminan bahwa informasi sendiri adalah sah, penyebaran propaganda atau disinformasi untuk menurunkan moral musuh dan masyarakat, merusak kualitas yang menentang kekuatan informasi dan penolakan peluang pengumpulan-informasi untuk menentang kekuatan. Informasi perang berhubungan erat dengan perang psikologis.
C.     AUDIT IT

1.      Pengertian Audit IT
Secara umum Audit IT adalah suatu proses kontrol pengujian terhadap teknologi informasi dimana berhubungan dengan masalah audit finansial dan audit internal. Audit IT lebih dikenal dengan istilah EDP Auditing (Electronic Data Processing), biasanya digunakan untuk menguraikan dua jenis aktifitas yang berkaitan dengan komputer. Penggunaan istilah lainnya adalah untuk menjelaskan pemanfaatan komputer oleh auditor untuk melaksanakan beberapa pekerjaan audit yang tidak dapat dilakukan secara manual.
            Audit IT sendiri merupakan gabungan dari berbagai macam ilmu, antara lain Traditional Audit, Manajemen Sistem Informasi, Sistem Informasi Akuntansi, Ilmu Komputer, dan Behavioral Science. Audit IT bertujuan untuk meninjau dan mengevaluasi faktor-faktor ketersediaan (availability), kerahasiaan (confidentiality), dan keutuhan (integrity) dari sistem informasi organisasi.
2.      Sejarah Singkat Audit IT
            Audit IT yang pada awalnya lebih dikenal sebagai EDP Audit  (Electronic Data Processing) telah mengalami perkembangan yang pesat. Perkembangan Audit IT ini didorong oleh kemajuan teknologi dalam sistem keuangan, meningkatnya kebutuhan akan kontrol IT, dan pengaruh dari komputer itu sendiri untuk menyelesaikan tugas-tugas penting. Pemanfaatan teknologi komputer ke dalam sistem keuangan telah mengubah cara kerja sistem keuangan, yaitu dalam penyimpanan data, pengambilan kembali data, dan pengendalian. Sistem keuangan pertama yang menggunakan teknologi komputer muncul pertama kali tahun 1954. Selama periode 1954 sampai dengan 1960-an profesi audit masih menggunakan komputer. Pada pertengahan 1960-an terjadi perubahan pada mesin komputer, dari mainframe menjadi komputer yang lebih kecil dan murah.
            Pada tahun 1968, American Institute of Certified Public Accountants (AICPA) ikut mendukung pengembangan EDP auditing. Sekitar periode ini pula para auditor bersama-sama mendirikan Electronic Data Processing Auditors Association (EDPAA). Tujuan lembaga ini adalah untuk membuat suatu tuntunan, prosedur, dan standar bagi audit EDP. Pada tahun 1977, edisi pertama Control Objectives diluncurkan. Publikasi ini kemudian dikenal sebagai Control Objectives for Information and Related Technology (CobiT). Tahun 1994, EDPAA mengubah namanya menjadi Information System Audit (ISACA). Selama periode akhir 1960-an sampai saat ini teknologi TI telah berubah dengan cepat dari mikrokomputer dan jaringan ke internet. Pada akhirnya perubahan-perubahan tersebut ikut pula menentukan perubahan pada audit IT.
3.      Jenis Audit IT

·         Sistem dan Aplikasi
Audit yang berfungsi untuk memeriksa apakah sistem dan aplikasi sesuai dengan kebutuhan organisasi, berdayaguna, dan memiliki kontrol yang cukup baik untuk menjamin keabsahan, kehandalan, tepat waktu, dan keamanan pada input, proses, output pada semua tingkat kegiatan sistem.
·         Fasilitas Pemrosesan Informasi
Audit yang berfungsi untuk memeriksa apakah fasilitas pemrosesan terkendali untuk menjamin ketepatan waktu, ketelitian, dan pemrosesan aplikasi yang efisien dalam keadaan normal dan buruk.

·         Pengembangan Sistem
Audit yang berfungsi untuk memeriksa apakah sistem yang dikembangkan mencakup kebutuhan obyektif organisasi.
·         Arsitektur Perusahaan dan Manajemen TI
Audit yang berfungsi untuk memeriksa apakah manajemen TI dapat mengembangkan struktur organisasi dan prosedur yang menjamin kontrol dan lingkungan yang berdaya guna untuk pemrosesan informasi.
·         Client/Server, Telekomunikasi, Intranet, dan Ekstranet
Suatu audit yang berfungsi untuk memeriksa apakah kontrol-kontrol berfungsi pada client, server, dan jaringan yang menghubungkan client dan server.

4.      Metodologi Audit IT
            Dalam praktiknya, tahapan-tahapan dalam audit IT tidak berbeda dengan audit pada umumnya, sebagai berikut :
1.      Tahapan Perencanaan.
Sebagai suatu pendahuluan mutlak perlu dilakukan agar auditor mengenal benar obyek yang akan diperiksa sehingga menghasilkan suatu program audit yang didesain sedemikian rupa agar pelaksanaannya akan berjalan efektif dan efisien.
2.      Mengidentifikasikan reiko dan kendali.
Untuk memastikan bahwa qualified resource sudah dimiliki, dalam hal ini aspek SDM yang berpengalaman dan juga referensi praktik-praktik terbaik.
3.      Mengevaluasi kendali dan mengumpulkan bukti-bukti.
Melalui berbagai teknik termasuk survei, interview, observasi, dan review dokumentasi.
4.      Mendokumentasikan.
Mengumpulkan temuan-temuan dan mengidentifikasikan dengan audit.
5.      Menyusun laporan.
Mencakup tujuan pemeriksaan, sifat, dan kedalaman pemeriksaan yang dilakukan.
Beberapa Alasan Dilakukannya Audit IT :
o   Kerugian akibat kehilangan data.
o   Kesalahan dalam pengambilan keputusan.
o   Resiko kebocoran data.
o   Penyalahgunaan komputer.
o   Kerugian akibat kesalahan proses perhitungan.
o   Tingginya nilai investasi perangkat keras dan perangkat lunak komputer.

5.      Manfaat Audit IT
1.      Manfaat pada saat Implementasi
o   Institusi dapat mengetahui apakah sistem yang telah dibuat sesuai dengan kebutuhan ataupun memenuhi acceptance criteria.
o   Mengetahui apakah pemakai telah siap menggunakan sistem tersebut.
o   Mengetahui apakah outcome sesuai dengan harapan manajemen.

2.      Manfaat setelah sistem live (Post-Implementation Review)
o   Institusi mendapat masukan atas risiko-risiko yang masih yang masih ada dan saran untuk penanganannya.
o   Masukan-masukan tersebut dimasukkan dalam agenda penyempurnaan sistem, perencanaan strategis, dan anggaran pada periode berikutnya.
o   Bahan untuk perencanaan strategis dan rencana anggaran di masa mendatang.
o   Memberikan reasonable assurance bahwa sistem informasi telah sesuai  dengan kebijakan atau prosedur yang telah ditetapkan.
o   Membantu memastikan bahwa jejak pemeriksaan (audit trail) telah diaktifkan dan dapat digunakan oleh manajemen, auditor maupun pihak lain yang berwewenang melakukan pemeriksaan.
o   Membantu dalam penilaian apakah initial proposed values telah terealisasi  dan saran tindak lanjutnya.









KESIMPULAN
Jadi, IT Forensik dapat digunakan untuk membantu pihak kepolisian untuk mengungkap berbagai macam kejahatan-kejahatan komputer. Ini juga merupakan salah satu upaya untuk memerangi cyber crime

SARAN 
Dikarenakan perkembangan dunia teknologi informasi dan komunikasi yang semakin pesat, maka dibutuhkan juga suatu regulasi yang mengatur tentang keabsahan barang bukti digital. Terutama untuk mendukung proses forensik IT di Indonesia. Karena UU ITE yang dirasa belum terlalu mencakup seluruh kegiatan teknologi informasi dan komunikasi khususnya bidang forensik IT, maka saya selaku penulis menyarankan agar segera dibentuknya Peraturan Pemerintah/Perpu (atau apapun bentuknya) mengenai forensik IT. Hal ini berguna untuk meningkatkan kinerja sistem hukum kita agar lebih kuat, transparan, dan memberikan keprecayaan kepada masyarakat Indonesia.










DAFTAR PUSTAKA



Share: