Sabtu, 25 April 2020

Penyebab Masyarakat Indonesia mudah termakan Hoaks


                Hoaks adalah hal yang cukup berbahaya karena dapat membuat perpecahan dan pemahaman yang berbahaya. Masyarakat Indonesia masih sering terpancing oleh berita hoaks yang ada di internet. Mengapa begitu? Ada beberapa hal yang membuat seseorang bisa mudah percaya dengan hoaks.
                Kurang membuka fikiran menjadi hal yang membuat saeseorang mudah percaya dengan hoaks. Padahal open mind adalah hal penting dalam memahami sebuah berita agar kita bisa memlihatnya dari beberapa aspek. Karena berita menjadi bacaan yang seharusnya bisa di analisis dari beberapa aspek. Jika seseorang memahami berita hanya dari satu sisi bisa membuat pemahaman yang kurang tepat dan mungkin bisa salah. Namun jika  kita memahami berita secara open mind dan mau melihatnya dari perspektif yang berbeda itu dapat memberikan peluang besar untuk menemukan kebenaran.
                Maraknya tag line yang memancing emosi seseorang dan kebiasaan masyarakat yang hanya membaca judulnya saja. Poin penting dalam membaca adalah memahami isinya bukan memahami judulnya. Masyrakat sering terpnacing emosinya dan termakan hoaks karena belum memahami isinya dan hanya mengandalkan tag line. Dan yang menjadi semakin bahaya adalah itu menjadi sebuah kebiasaan. Bahkan mungkin bagi penulis berita yang hanya mengandalkan tag line menjadi sebuah life style yang cukup berbahaya.
                Untuk negara yang memiliki ideology persatuan masyarkat kita masih belum bisa mencerminkan persatuan dengan sikapnya yang kurang bisa menghargai kelompok lain. Kelompok fanatic bisa sangat berbahaya dalam membaca sesuatu karena jika ada hal yang tidak sesuai dengan pemikirannya itu berarti salah. Hal itu bisa menjadi momen bagus bagi penyebar hoaks dengan menyebarkan berita yang tidak sesuai fakta kepada para kelompok fanatic.
                Kurang referensi dan hanya percaya dengan referensi tertentu menjadil hal yang harus di perhatikan juga. Referensi adalah hal penting sebuah penulisan karena itu akan membangun sebuah karya yang akan tertanam dalam pikiran manusia.jika kita hanya percaya pada satu referensi dan tidak berusaha memahami refernsi yang lain. Itu bisa menyebakan kan kita menjadi mudah termakan hoaks. Karena perkembangan dunia internet yang pesat membuat kita harus lebih memahami sebuah referensi. Karena dalam menulis sebuah berita harus memiliki refernsi yang jelas dan fakta yang akurat.
                Satir selalu menjadi teknik penulisan judul yang cukup unik. Namun bagaimana jika seseorang tidak memahami apa itu satir? Ya itu jelas akan menghasilkan persepsi yang sangat bertolak belakang dari maksud penulisnya. Masyarakat kita masih cukup awam dalam menanggapi tulisan satir atau bahkan Sarkas. Itu bisa mmebuat sesorang termakan hoaks dengan mudah. Itulan mengapa dalam membaca sesuatu ada beberapa hal yang harus kita pahami juag. Seperti salah satunya adalah teknik menulis seseorang karena itu sangat berpengaruh bagi para pembaca terutama yang awam. Beberpa hal di atas menjadi alasan yang cukup ilmiah mengapa seseorang bisa dengan mudah termakan oleh hoaks. Kita harus bisa lebih berhati hati dalam membaca sebuah berita. Karena dalam sebuah berita kita memcari sbeuah titik temu dan jawaban bukan mencari sebuah perdebatan yang akhirnya bisa merusak hubungan antar sesame hanya karena kita tidak benar benar memahami apa yang sedang kita baca. Hoaks menjadi hal yang harus kita perhatikan terutama karena jangan sampai kita termakan hoaks hanya karena kita tidak mau membuka pikiran atau karena kita kurang memahami referensi dari sebuah berita.


Share:

Penyebab NKRI di yakini tidak akan berhasil menerapkan lockdown



                Dunia saat sedang di landa wabah dengan sebutan COVID-19 yaitu wabah yang menyerang system pernapasan manusia. Wabah ini melanda hamper seluruh negara yang ada di dunia. Pemerintah masing – masing negara pun berusaha menangani wabah yang terjadi saat ini dengan menerapkan system lockdown. Namun bagiamana dengan Indonesia? Mengapa Indonesia tidak menerapkan system lockdown?
                Ada beberapa factor penyebab pemerintah tidak menerapkan system lockdown di Indonesia. Indonesia adalah negara berkembang dan perkembangannya masih tergolong sangat muda terutama dalam hal pola fikir, ekonomi, SDM, fasilitas, dll. Pola fikir masyarakat Indonesia dapat menjadi penyebab system lockdown tidak akan berproses dengan baik di Indonesia. Kita masih sering melihat bahwa mayoritas masyarakat Indonesia masih belum benar benar memahami tetntang perkembang zaman. Seperti halnya banyak masyrakat Indonesia yang masih kecanduan gadget dan masih belum perduli dengan kebersihan lingkungan. Dua hal itu menjadi contoh kecil bahwa masyrakat Indonesia belum benar benar siap menghadapi perkembangan zaman yang semakin maju. Pola fikir seperti itu bisa sangat berpengaruh sengan penerapan system lockdown dan membuat nya menjadi kurang efektif.
                Ekonomi Indonesia juga bisa menjadi alasan mengapa Indonesia tidak bisa menerapkan system lockdown. Mayoritas masyrakat Indonesia memilki pekerjaan yang mengharuskan untuk keluar rumah bahkan ada mengharuskan untuk selalu di jalan. Jika Indonesia menerapkan system lockdown itu akan berdampak besar bagi masyarakat yang harus bekerja seperti itu. Dan hal itu tidak akan berdampak baik terutama dalam hal ekonomi. Indonesia pun masih menjadi negara yang per ekonomiannya belum benar –benar stabil hal itu sangat harus di pertimbangkan jika Indonesia menerapkan system lockdown.
                SDM yang di miliki Indonesia belum benar benar ahli dalam menanggapi wabah seperti ini karena Indonesia masih menjadi negara yang berkembang . karena dalam penerapan lockdown membutuhkan SDM yang benar –benar professional agar semua berjalan baik. Pemerintah pun belum menyediakan pelatihan dalam menghadapi situasi seperti ini sehinggan membuat SDM yang dimiliki Indonesia belum se professional SDM dari dengara lain.  Faslitas juga menjadi hal yang harus di pertimbangkan. Karena pemerintah bukan hanya harus menyiapkan fasilitas bagi warga biasa namun juga bagi rakyat miskin. Dan itu menjadi hal yang cukup sulit untuk pemerintah lakukan. Seperti yang kita ketahui dalam hal pendidikan dan kesehatan pun pemerintah belum benar benar bisa mengatasi fasilitas yang cukup bagi rakyatnya.
                Dalam situasi lockdown fasilitas sangat di butuhkan dalam hal kesehatan terutama. Dengan memberikan fasilitas yang cukup memadai bagi masyarakatnya dapat sangat membantu dalam kondisi lockdown. Resources adalah hal yang cukup sering di perbincangkan. Cukup aneh sebenarnya Indonesia adalah surganya dalam bahan pangan namun mengapa menjadi hal yang sangat di pertimbang kan oleh pemerintah? Seperti yang kita ketahui bahwa Indonesia memang masih mengandalkan bahan pangan dari luar negeri di banding dari dalam negerinya. Hal itu tejadi karena pemerintah belum bisa mengapresiasi cukup baik untuk para petani. Yang akhirnya membuat bahan pangan yang dimiliki Indonesia di jual ke luar negeri disbanding ke dalam negerinya. Dalam situasi lockdown seharusnya pemerintah bisa lebih mengapresiasi para petani agar mendapat resources yang cukup. Hal –hal tersebut lah yang menjadi penyebab mengapa Indonesia tidak bisa menerapkan system lockdown. Itu menjadi pr bagi semua rakyat Indonesia agar lebih memahami situasi yang terjadi dan bisa mnegatasinya.

Share:

Sabtu, 18 April 2020

Swamitra Koperasi



          Swamitra koperasi di dirikan pada tahun 2005, dan memiliki keseluruhan anggota kurang lebih sebanyak 500 anggota yang terdiri dari anggota, pendiri, dan calon anggota. Koperasi ini memiliki modal tetap, tidak tetap (didapat dari pihak Bank Bukopin), dan Swamitra (dari merk brand Bank Bukopin). Dan simpanan pokok, wajib, dan sukarela yang besarnya tidak dapat diberitahu kepada pihak luar, karena merupakan kepentingan internal perusahaan.
            Salah satu cabangnya yaitu terletak di jalan raya condet. Koperasi ini mempunyai Visi dan Misi, yaitu mempermudah akses pemberian pinjaman modal kerja kepada pengusaha mikro atau yang dikenal juga dengan sektor informal, misalnya warung-warung kecil, pedagang kaki lima dan lain sebagainya. Di koperasi ini bagi calon anggota yang belum menjadi anggota juga di perbolehkan melakukan peminjaman. Karena calon anggota telah dianggap berkontribusi dalam mendukung perkembangan bagi koperasi ini.
            Jika ada anggota yang tengah membutuhkan pinjaman, koperasi ini terlebih dahulu memberikan beberapa persyaratan umum kepada anggota sebelum melakukan transaksi peminjaman dan biasanya koperasi ini memeberikan bunga sebesar 1,7 %, dan persyaratan tersebut antara lain;
-          Foto copy KTP
-          Foto Copy Surat Nikah/Cerai (bagi yang sudah menikah/cerai)
-          Foto Copy KK
-          Foto Copy Rekening Listrik
-          Foto Copy Jaminan
Untuk pilihan jaminan, dapat berupa;
-          BPKB Mobil/Motor (lengkap dengan kwitansi, faktur dan Foto Copy STNK)
-          Sertifikat Tanah/Bangunan ( lengkap dengan IMB dan PBB terakhir)
Struktur organisasi Swamistra 
Struktur organisasi adalah kerangka yang mewujudkan pola tetap dari hubungan-hubungan diantara bidang-bidang pekerjaan, maupun orang-orang yang menunjukan kedudukan dan peranan masing-masing dalam kebulatan kerjasama. Struktur organisasinya adalah sebagai berikut:
1.      Pengurus koperasi
Yang bertugas menyusus program kerja, anggaran swamitra, pengawasan bisnis, dan operasi swamitra.
2.      Manager Swamitra
Memiliki tugas mengurus seluruh usaha bisnis
3.      koordinator Operasinal
mengurus seluruh aktivitas operasional swamitra
4.      Business Credit Support (BSC)
Bertugas mengurus seluruh aktivitas supporting proses pinjaman di swamitra
5.      Staff Operasional
Bertugas melayani seluruh aktivitas pelayanan kepada nasabah  dan debitur swamistra.
6.      Staff Internal Control
Bertugas mengurus aktivitas control dan pengawasan operasional dan pembukaan usaha swamitra.
7.      Pembinan Pinjaman
Bertugas mengurus Seluruh usaha aspek pembiayaan dan pendanaan Swamitra kepada anggota, calon anggota koperasi yang bersangkutan, koperasi lain dan anggotanya.
8.      Staff kolektor swamitra
Bertugas Mengkoordinir dan bertanggungjawab terhadap semua kegitan operasional penagihan/kewajiban (pokok dan bunga) di Swamitra mulai dari pelayanan informasi jumlah tagihan atau pembayaran dan pelunasan kewajiban oleh debitur Swamitra sesuai dengan pedoman umum operasional Swamitra dan kebijakan dari pengelola Swamitra.
           
Saran
          Pihak koperasi harus bisa mengikuti perkembangan jaman yang semakin modern terutama dalam bidang peng iklan an agar masyarakat sadar bahwa eksistensi koperasi masih ada. Koperasi juga harus mulai bisa memberikan materi ke masyarakat tentang koperasi dan manfaat nya.

Daftar pustaka

Share:

Jumat, 17 April 2020

Perusahaan BUMN

Pengertian BUMN

Istilah BUMN atau kependekan dari Badan Usaha Milik Negara memiliki pengertian sebagai suatu badan usaha, dimana modalnya dimiliki oleh pemerintah yang berasal dari kekayaan Negara. Hal ini sesuai dengan UU no. 19 tahun 2003.
Dalam sistem perekonomian, peranan BUMN sebagai pelaku ekonomi berlaku secara nasional. Tujuan didirikanya BUMN adalah untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat, serta memenuhi kebutuhan masyarakat di berbagai sector yang ada. Beberapa sector seperti pertanian, perikanan, transportasi, telekomunikasi, perdagangan, listrik, keuangan hingga konstruksi.
Tujuan BUMN
Kita telah mengulas tujuan BUMN, yaitu sebagai perwujudan dari kesejahteraan masyarakat Indonesia. Adapun tujuan lainya dari pendirian BUMN, sebagai berikut:
  • Menambah penerimaan bagi Negara di berbagai sector BUMN
  • Memberikan sumbangsih bagi pertumbuhan serta perkembangan ekonomi nasional
  • Bertanggung jawab atas penyediaan jasa dan barang yang berkualitas untuk memenuhi hajat hidup orang banyak
  • Memperoleh keuntungan dari semua sector BUMN yang ada
  • Berpartisipasi secara aktif untuk membimbing dan membantu pengusaha ekonomi lemah dalam wujud koperasi dan masyarakat
  • Menjadi pionir berbagai kegiatan usaha yang belum dilakukan oleh koperasi dan pihak swasta
Fungsi BUMN

Setelah mengetahui pengertian BUMN, Saatnya Anda mengetahui apa saja jenis-jenis BUMN. Berikut ulasanya:
  • Badan Usaha Perseroan ( Persero), badan ini diatur dalam peraturan pemerintah No.12 1998 dan sebagain sahamnya milik Negara
  • Badan Usaha Umum (Perum), merupakan BUMN yang modalnya secara penuh berasal dari Negara. Meski begitu, pengelolaanya terpisah dari kekayaan Negara.
Share:

Rabu, 15 April 2020

Organisasi Internasional

Latar Belakang

NATO didirikan karena meningkatnya dalam pengaruh Uni Soviet dalam komunismenya di Eropa Barat, adanya persaingan dan ketegangan yang kuat antaranegara-negara adidaya.Untuk menjaga dalam keamanan dan perdamaian bagi negara-negara dengan anggotanya di bagian bidang politik, militer dan pertahanan untuk menghadapi sebuah ancaman.
Sejarah dan Pengertian NATO
Untuk mencegah terjadinya perang pasca Perang Dunia II serta adanya kekhawatiran akan adanya penyebaran ideologi komunisme yang dilakukan oleh Uni Soviet, Amerika Serikat dan negara-negara di kawasan Eropa Barat pada waktu itu yaitu, Inggris, Prancis, Belanda, Belgia, Luxemburg, Kanada, Italia, Portugal, Islandia, Denmark dan Norwegia sepakat untuk mendirikan sebuah organisasi intra-govermental dengan maksud untuk melakukan pertahanan keamanan bersama yaitu dengan membentuk NATO (North Atlantic Treaty Organitation) pada tanggal 14 April 1949 di Washington DC, Amerika Serikat.

NATO atau North Atlantic Treaty Organization, untuk bahasa Perancis l’Organisation du Traité de l’Atlantiquee Nord atau disingkat OTAN, sedangkan untuk bahasa Indonesia memiliki arti Pakta Pertahanan Atlantik Utara ini merupakan suatu organisasi internasional yang memiliki peran dalam menjaga keamanan secara bersama yang didirikan di tahun 1949 dan merupakan bentuk dukungan terhadap Persetujuan Atlantik Utara yang dilaksanakan dan ditandatangani di Washington, DC pada tanggal 4 April tahun 1949.

Organisasi NATO terbentuk sebagai bagian dari perang dingin yang terjadi antara Blok Barat dan Blok Timur. NATO merupakan organisasi regional yang menitik beratkan perhatian dalam bidang pertahanan negara-negara Atlantik Utara.

NATO didirikan akibat makin meluasnya pengaruh Uni Soviet dengan komunismenya di Eropa Barat serta memuncaknya ketegangan dan persaingan negara super power yaitu Amerika Serikat dan Uni Soviet setelah berakhirnya Perang Dunia II.

Untuk menghambat pengaruh paham komunis tersebut, maka negara-negara seperti Amerika Serikat, Kanada, Prancis, Belgia, Luxemburg, Italia, Norwegia, Denmark, Islandia, dan Portugal menandatangani naskah Perjanjian Atlantik Utara pada tanggal 4 April 1949 di Brussels, Belgia.
Tujuan NATO
Tujuan dari didirikan NATO ini ialah untuk menjaga keamanan & perdamaian bagi para negara anggotanya di dalam bidang politik, militer serta pertahanan dalam menghadapi ancaman.
Manfaat NATO
1) . menyelesaikan sengketa secara damai .
2).menghindar penggunaan kekerasan dan ancaman militer negara lain

Share:

Rabu, 08 April 2020

E-Business pada PT.KRAKATAU STEEL


  1. Termasukl Model E-Business apa?
PT.Krakatau Steel menggunakan E-Business B2B yaitu adalah transaksi secara elektronik antara objek bisnis yang satu dengan objek bisnis lainnya. B2B disebut juga transaksi antar perusahaan.
  1. Pengaruh E-Business perusahaan tersebut! 
-          Memberikan kemudahan dalam berbisnis antar perusahaan
-          Memberikan akses dengan mudah secara internasional
  1. Faktor-Faktor Keberhasilan E-Business tersebut!
-          Memiliki strategi perusahaan yang baik
-          Memiliki integritas,validitas, dan privasi
  1. Infrastruktur Untuk E-Business
Infrastruktur E-Business memiliki 4 layer yaitu:
Layer 1 : E-business services – Applications Layer
Lapisan paling atas yang langsung berinteraksi dengan user. Beragam jenis aplikasi e-business yang ada seperti :
1. Selling Chain Management Information System – sub-sistem yang secara langsung berinteraksi dengan pelanggan agar mereka dapat dengan mudah mengadakan akses terhadap produk dan jasa yang ditawarkan perusahaan, terutama yang berhubungan dengan aktivitas transaksi bisnis.

2. Customer Relationship Management Information System - sub-sistem yang berfungsi sebagai sarana komunikasi efektif antara pelanggan dengan perusahaan, terutama yang berkaitan dengan kebutuhan akan informasi maupun bentuk pelayanan lainnya sehubungan dengan produk atau jasa yang ditawarkan.


3. Enterprise Resource Planning Information System – sub-sistem yang secara langsung berfungsi mengintegrasikan proses-proses penciptaan produk atau jasa dari perusahaan, mulai dari dipesannya bahan-bahan mentah dan fasilitas produksi sampai dengan terciptanya produk jadi yang siap ditawarkan kepada pelanggan.

4. Management Control Information System – sub-sistem yang bertanggung jawab memberikan data dan informasi bagi keperluan pengambilan keputusan manajemen perusahaan dan stakeholder lainnya, baik keputusan-keputusan yang bersifat strategis maupun taktis sehari-hari

5. Administrative Control Information System – sub-sistem yang memiliki fungsi utama sebagai penunjang terselenggaranya proses-proses administasi
Dan masih banyak jenis aplikasi penerapan dari e-business lainnya.
Layer 2 : System software layer
Lapisan yang mana di dalamnya terdapat sistem – sistem yang mendukung aplikasi agar dapat berjalan dengan baik seperti web browser, server software, software jaringan, sistem manajemen database, dan lain sebagainya.
Layer 3 : Transport or Network layer
Lapisan yang mengatur jaringan dan transportasi data (TCP / IP).
Layer 4 : Storage / physical layer
Lapisan di mana mencakup penyimpanan data baik yang tersimpan di dalam penyimpanan magnetis di dalam server web ataupun media penyimpanan sementara (RAM).
Layer 5 : Content and data layer
Lapisan yang mencakup isi dari data yang tersimpan seperti data konsumen, data transaksi dan lain sebagainya.

Sumber :

Share:

Selasa, 24 Maret 2020

Jurnal Sistem Informasi Akutansi

https://drive.google.com/open?id=1SzZXD_jYrHnQ6SBhBHfeGAXmLDOp0PFJ

Abstrak
Sistem informasi akuntansi (SIA) sangat diperlukan oleh sebuah perusahaan yang bergerak di bidang apapun karena mengandung sebuah proses untuk melaporkan kondisi keuangan perusahaan secara akurat dan benar untuk semua pihak yang membutuhkan. Proses tersebut berkaitan dengan teknologi informasi untuk memajukan usaha atau bisnis. Metode penelitian yang digunakan dalam jurnal ini adalah metode kualitatif dan kuantitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan kuesoner.
Hasil dari pengumpulan data akan di analisis lalu di akan di tulis dengan penjelasan yang singkat dan jelas sehingga bisa menghasilkan pemahaman yang lebih mudah di mengerti. Di akhir jurnal pun akan di berikan sebuah kesimpulan untuk hasil dari apa yang sudah di tulis.
I. Pendahuluan
1.1 Latar belakang
Informasi dari suatu perusahaan, terutama Informasi keuangan dibutuhkan oleh berbagai macam pihak yang berkepentingan. Pihak-pihak diluar perusahaan, seperti kreditur, calon investor, kantor pajak, dan lain-lain memerlukan Informasi ini dalam kaitannya dengan kepentingan mereka. Di samping itu, pihak intern yaitu manajemen juga memerlukan Informasi untuk mengetahui, mengawasi, dan mengambil keputusan-keputusan untuk menjalankan perusahaan.
Untuk memenuhi kebutuhan Informasi bagi pihak luar maupun dalam perusahaan disusun suatu sistem akuntansi. Sistem ini direncanakan untuk menghasilkan Informasi yang berguna bagi pihak luar maupun dalam perusahaan. Sistem akuntansi yang disusun untuk suatu perusahaan dapat diproses secara manual (tanpa mesin-mesin pembantu) atau proses dengan menggunakan mesin-mesin mulai dari mesin pembukuan yang sederhana sampai denagn computer.
Sistem Informasi akuntansi salah satu sistem Informasi diantara berbagai sistem yang digunakan oleh manajemen dalam mengelola perusahaan. Sistem ini merupakan subsistem Informasi manajemen yang mengelola data keuangan menjadi Informasi keuangan untuk memenuhi kebutuhan pemakai intern maupun pemakai ekstern.
1.2 Rumusan Masalah
a. Apakah pengertian Sistem Informasi Akuntansi?
b. Bagaimanakah model Sistem Informasi Akuntansi?
c. Bagaimana karakteristik Sistem Informasi Akuntansi?
d. Apakah peranan Sistem Informasi Akuntansi?
e. Siapa sajakah pemakai Sistem Informasi Akuntansi?
f. Apakah pengertian dari Pengolahan Data?
g. Apa saja contoh dari Sistem Informasi Akuntansi?
II. Pembahasan
1.2 Landasan Teori
Sistem Informasi adalah suatu sistem menggunakan teknologi komputer untuk menyajikan informasi kepada para pemakainya dalam mengambil keputusan. Sistem informasi pada umumnya memiliki enam komponen utama, yaitu:
1. Masukan, meliputi data, serta metode dan media yang digunakan untuk memasukkan data tersebut.
2. Model, meliputi model logika matematik yang digunakan untuk mengolah data sehingga menghasilkan keluaran yang dikehendaki
3. Keluaran, yaitu informasi bermutu yang dihasilkan dari proses pengolahan, baik berupa laporan ataupun dokumen.
4. Blok Teknologi, berupa alat yang digunakan untuk menangkap masukan dan menjalankan model system informasi.
5. Basis Data yaitu tempat menyimpan data yang digunakan untuk kebutuhan pemakai.
6. Pengendalian, berfungsi untuk melindungi sistem informasi dari segala macam hambatan/ ancaman.

Sistem Informasi terdiri dari beberapa jenis, yaitu:
1. Sistem Pengolahan Data Elektronik (Elektronic Data Processing / EDP)
2. Sistem Informasi Manajemen (Manajemen Information Systems / MIS)
3. Sistem Pendukung Keputusan (Decision Support Systems / DSS)
4. Sistem Pakar (Expert System/ ES)
5. Sistem Informasi Eksekutif (Executive Information Systems / EIS)
6. Sistem Informasi Eletronik Bisnis (e-Business Information Systems)



1.Tujuan Sistem Informasi Akutansi
Tujuan Sistem Informasi yaitu, sebagai berikut :
- Mendukung fungsi kepengurusan (stewardship) manajemen suatu organisasi/ perusahaan, karena manajemen bertanggungjawab untuk menginfomasikan pengaturan dan penggunaan sumber daya organisasi dalam rangka pencapaian tujuan organisasi tersebut.
- Untuk mendukung pengambilan keputusan manajemen, karena sistem informasi memberikan informasi yang diperlukan oleh pihak manajemen untuk melakukan tanggung jawab pengambilan keputusan.
- Dan, untuk mendukung kegiatan operasi perusahaan hari demi hari. Sistem informasi membantu personil operasional untuk bekerja lebih efektif dan efisien.”



1.3 Peranan Sistem Informasi Akutansi
Peranan sistem informasi akuntansi
1. Memperbaiki kualitas & mengurangi biaya dalam menghasilkan barang/jasa
2. Memperbaiki efisiensi
3. Memperbaiki pengambilan keputusan
4. Menciptakan keunggulan kompetitif
1.4 Peran Sistem Informasi Akutansi dalam Rantai Nilai
Pada umumnya organisasi bertujuan menyediakan nilai untuk pelanggan. Hal tersebut membutuhkan pelaksanaan berbagai kegiatan yang berbeda-beda, dan dapat dikonseptualisasikan dalam bentuk rantai nilai (value chain).
Rantai nilai organisasi terdiri dari lima aktivitas utama (primary activities) yang secara langsung memberikan nilai kepada para pelanggannya, yaitu:
1. Inbound logistics
terdiri dari penerimaan, penyimpanan, dan distribusi bahan-bahan masukan yang digunakan oleh organisasi untuk menghasilkan produk dan jasa yang dijualnya.
2. Operasi (operations)
adalah aktivitas-aktivitas yang mengubah masukan menjadi jasa atau produk yang sudah jadi.
3. Outbond logistics
adalah aktivitas-aktivitas yang melibatkan distribusi produk yang sudah jadi ke para pelanggan.
4. Pemasaran dan penjualan
mengarah pada aktivitas-aktivitas yang berhubungan dengan membantu para pelanggan untuk membeli jasa atau produk yang dihasilkan organisasi.
5. Pelayanan (service)
memberikan dukungan pelayanan purna jual kepada para pelanggan.

1.5 Sistem Informasi Akutansi dan Strategi Korporat
Dibawah ini adalah pendapat tentang Sistem Informasi Akuntansi (SIA) :

1. Wilkinson (1991)
"Sistem informasi akuntansi (SIA) merupakan suatu kerangka pengkordinasian sumber daya (data, meterials, equipment, suppliers, personal, and funds) untuk mengkonversi input berupa data ekonomik menjadi keluaran berupa informasi keuangan yang digunakan untuk melaksanakan kegiatan suatu entitas dan menyediakan informasi akuntansi bagi pihak-pihak yang berkepentingan".

2. Gelinas, Orams, dan Wiggins (1997)
Mendefinisikan sistem informasi akuntansi (SIA) sebagai subsistem khusus dari sistem informasi manajemen yang tujuannya adalah menghimpun, memproses dan melaporkan informsi yang berkaitan dengan transaksi keuangan.
1.6 Strategi Korporat
Strategi Korporat adalah pendekatan yang dilakukan oleh suatu oraganisasi bisnis untuk merealisasikan visinya sehingga dapat memberikan nilai kepada pemakainya secara berbeda dibandingkan para pesaingnya.
Terdapat 4 Komponen yang harus ada dalam membentuk strategi korporat :

1. Tujuan yang akan dicapai.
2. Strategi yang akan digunakan untuk mencapainya.
3. Taktik atau cara dimana sumber daya akan digunakan.
4. Sumber daya yang dimiliki.

Dalam menjalankan strategi, para eksekutif perusahaan ataupun pihak manajemen pada umumnya harus menentukan basis pengambilan keputusan yang berdampak pada strategi dengan menggunakan “driving force” tunggal dalam bisnis. Setidaknya ada 8 daya dorong yang menjadi dasar pengembangan strategi korporasi, diantaranya:
1. Produk yang diberikan.
2. Kapabilitas produksi.
3. Sumber daya alam.
4. Kebutuhan pasar.
5. Metode penjualan.
6. Ukuran dan pertumbuhan.
7. teknologi.
8. Metode distribusi, atau keuntungan.

Hasil-hasil implementasi strategi korporasi ini akan secara terus menerus dipantau secara periodik oleh pihak manajemen melalui berbagai aktivitas pelaporan yang dilakukan oleh seluruh unit kerja organisasi. Beberapa pertanyaan penting untuk melihat berjalannya strategi adalah:
• Apa yang telah dilakukan untuk meningkatkan layanan pelanggan.
• Apa yang telah dilakukan untuk meningkatakan kepuasan pelanggan.
• Apa yang telah dilakukan untuk mengurangi biaya.
• Apa yang telah dilakukan untuk meningkatkan produktivitas.
• Apa yang telah dilakukan untuk meningkatkan pendapatan melalui produk atau layanan baru.
III. Penutup
1.5 Kesimpulan
Dari pembahasan di atas dapat di tarik kesimpulan Sistem Informasi Akuntansi (SIA) adalah Kumpulan sumber daya yang di rancang untuk mentranformasikan data menjadi informasi. Informasi di komunikasikan keberagam pemakai. Kita mengunakan istilah sistem informasi akuntansi karena mencakup siklus-siklus pemprosesan transaksi, penggunaan teknologi informasi dan pengemangan system informasi. Sebagian besar organisasi mengalami kejadian-kejadian ekonomi yang hamper sama kejadian-kejadian ini menimbulkan transaksi-transaksi yang dapat di kelompokan menjadi 4 siklus produksi dan siklus keuangan. Struktur pengendalain intern mencakup kebijakan dan prosedur-prosedur yang di buat untuk menjamin bahwa tujuan–tujuan tertentu organisasi akan dapat di capai.
Siklus transaksi memberikan kerngka system untuk menganalis dan merancang system informasi di mana di dalamnya terdapat tujuan yang serupauntuk masing-masing siklus yang berbeda itu. Tujuan ini merupakan bagian integral dari struktur intern organisasi. Dewasa ini perkembangan teknologi dibidang komputer sudah semakin berkembang dengan semakin banyak inovasi yang terjadi baik dalam hal pengembangan perangkat keras maupun lunak. Oleh karena itu perkembangan tekhnolgi dibidang komputer ini akan membawa dampak yang cukup berarti dalam perkembangan sistem informasi akuntansi.
1.6. Saran
Dalam penyusunan Makalah ini, penulis ingin memberikan beberapa saran-saran yang nantinya semoga dapat dijadikan sebagai bahan pembelajaran dan pertimbangan, yang diantaranya :
1. Dalam suatu sistem informasi perusahaan, sistem informasi akuntansi merupakan suatu bagian dari sistem informasi yang lebih banyak berhubungan dengan data keuangan
2. Sarana dan prasarana yang diperlukan dalam operasional usaha harus dapat terpenuhi dan terpelihara dengan baik.
3. Perlu ada peningkatan pengetahuan dan pelatihan guna mengantisipasi perkembangan. Dengan demikian dapat dikatakan Gagasan sebuah sistem informasi akuntansi yang berdasarkan komputer tidak berarti otomatisasi total. Konsep sistem dan mesin menyiratkan bahwa sebagian tugas sebaiknya dilaksanakan oleh manusia dan tugas lainnya lebih baik dilakukan oleh mesin.
1.7. Daftar Pustaka
- https://www.jurnal.id/id/blog/pengertian-dan-fungsi-sistem-informasi-akuntansi-dalam-perusahaan/
- https://www.finansialku.com/definisi-sistem-informasi-akuntansi/
- https://easyaccountingsystem.co.id/tujuan-sistem-informasi-akuntansi/
- https://1fitriani.blogspot.com/2016/09/makalah-sistem-informasi-akuntansi.html
- https://fhanincredible.wordpress.com/2010/10/09/tinjauan-menyeluruh-sia/
- Johnson, G. and Scholes, K. (2002). Exploring Corporate Strategy: Text and Cases. 6th ed. Prentice Hall: Harlow.
- Kenneth Andrews. (1980). The Concept of Corporate Strategy, 2nd Edition Dow-Jones Irwin.

Share:

Sabtu, 19 Oktober 2019

Tuhan dan Social Media

Apa kalian percaya keberadaan tuhan? Apa kalian percaya jika beribadah dapat membuat kalian masuk surga –NYA atau sebaliknya? Bukan kah pertanyaan itu cukup mengganggu kalian semua ? sebagai manusia yang beragama kita seakan dituntut untuk meyakini sesuatu yang bahkan kita tidak memahami nya sedikit pun. Pada era milenial ini banyak manusia yang bisa dengan mudah meyakini eksistensi tuhan dan percaya bahwa semua yang dilakukannya bisa membuatnya diterima di surga –NYA. Tanpa disadari mereka melakukan itu semua semata – mata kepercayaan dapat dibangun semudah menyebarkan ceramah pemuka agama di social media. bukankah itu hal yang cukup lucu ? karna kita bisa simpulkan ternyata tuhan tidak hanya menerima do’a via Ibadah tapi juga menerima doa via facebook, Instagram, twitter, dan lainnya. Sebagai manusia mereka lupa bahwa dirinya manusia dan secara tidak langsung mereka menjadi bagian dari teknologi itu sendiri. Mungkin tuhan tidak akan mempermasalahkan dimana kalian berdoa atau menggunakan apa kalian berdoa tapi tuhan pasti merasa kecewa bahwa cara hamba -NYA mendekatkan diri pada –NYA dengan cara Like, comment, share, dan subcribe. seharusnya kita memikirkan perasaan tuhan bahwa di surga tidak ada wifi, smartphone, laptop, dan bahkan I Phone 11. Mungkin dengan kuasa –Nya tuhan bisa dengan mudah menghadirkan itu semua di surga –NYA tapi apa mungkin tuhan mau menghabiskan waktunya hanya untuk berselancar di internet ? jika tuhan memang mau berselancar di internet mungkin tuhan akan semakin kecewa dengan keadaan makhluk ciptaan –NYA .
Manusia kini memperjual belikan tiket surga melalui social media dan itu fakta yang cukup unik karena mereka menjual tiket surga yang bahkan mereka tidak tau bagaimana bentuk surga itu sendiri. Social media sudah membuat kita mengabaikan akal sehat yang sudah tuhan berikan dan itu adalah suatu kemunduran telak untuk manusia. Beragama memang harus di jalani dengan keyakinan yang kuat tapi bukan berarti kita harus mengabaikan logika. Mempertebal iman tanpa memperluas akal itu sama saja seperti membangun rumah tapi mengabaikan pondasi karna hati dan pikiran adalah hal yang tidak bisa di kedepankan salah satunya. Hati dan pikiran harus berjalan seimbang selayaknya dau pasangan suami istri yang membangun rumah tangga yang sehat dan baik.

Internet menjadi salah satu alat yang bisa membantu manusia menjalin silaturahmi ke sesamanya tapi sayang nya internet bukan alat yang cukup baik untuk mendekatkan diri pada tuhan.
Share:

ME

Welcome to my blog.
Nama gua tian, gua gak cukup ahli ngasih perkenalan tapi yang terpenting ya gua harap kalian bisa nikmatin blog gua. silahkan baca sepuas nya dan kalo mau copy paste juga gapapa tapi jangan lupa cantumin link ini https://savetyart.blogspot.com/ sebagai sumber ya. :)
Share:

Sabtu, 25 Mei 2019

MANUNGGALING KAWULA CINTA

Oleh : Syarif Amien

Aku adalah catatan harianmu yang setia menuliskan cinta
Aku adalah mentari yang menghangatkan harapanmu
Aku adalah bunga yang menyimpan harummu
Aku adalah sepenuh totalitas untukmu
Karena

Kau adalah keabadianku
Kau adalah kerelaan jiwa ragaku
Kau adalah kehangatanku
Kau adalah embun, menyejukkan
Dan
Kau adalah Aku

Kau adalah Aku dalam kesejatian
Kau adalah aku dalam kesetiaan kesatuan
Aku adalah kau dalam kasih
Aku adalah kau dalam wadah hati
Kau adalah aku dalam ejaan kita

Biarkan kita bertemu dalam rindu
Bertatap dalam doa
Bermesra dalam kasih
Berpegangan dalam duka
Selalu erat dalam suka
Menyatu dalam asa
Menatap dalam cita
Menuju cinta

Subang, 19 februari 2019

Share:

AKU INGIN

Oleh : Syarif Amien

Aku ingin menulis puisi
Hurufnya diambil dari rangkain harapan

Aku ingin menulis puisi
Tintanya ku peras dari darah penyair

Aku ingin menulis puisi
Qolamnya ku petik dari ranting
Tempat bertengger burung berkicau syahdu

Tetapi, kata menjadi ciut ketika bertemu rindu
Dan kalimat menjadi tersihir oleh pesonamu.

Bibirmu menggariskan cakrawala mempesona
Senyumnya mengalahkan sajak penyair bagi perindu

Tawanya renyah berdendang
Nadanya serupa seruling Isyq sang sufi

Sorot matanya adalah tatapan
Pancaran cahayanya terbenam dimataku

Semoga kita adalah sepasang doa
yang dipanjatkan cinta
yang menjadikannya abadi

Subang, 27 april 2019









Share:

Sabtu, 30 Maret 2019

SISTEM INFORMASI AKUTANSI


Sejarah Sistem Informasi Akutansi (SIA)
            Pada tahun 1970 sistem informasi akutansi (SIA) dirancang untuk sistem penggajian. Pada dasarnya sistem informasi akutansi berawal dari keresahan yang terjadi pada lingkup perusahaan dalam menangani sistem penggajian dan keuangan dalam suatu perusahaan. Dimulai dari para praktisi akutansi yang memulai memasuki ranah IT dan di lanjutkan oleh perusahaan – perusahaan besar yang ikut andil dalam mengembangkan sistem informasi akutansi seperti salah satu pengembangan yang cukup berpengaruh yaitu MYOB,ACCURATE,ZAHIR, dan ERP.
Apa itu Sistem Informasi Akutansi (SIA)
          Sistem adalah kesatuan dari komponen – komponen yang tersusun dan saling berhubungan satu sama lain untuk menyalurkan informasi,materi, atau energi. Sistem bukan lah hal asing bagi kebanyakan orang karena kita sebagai makhluk sosial sudah sangat terbiasa pada sebuah sistem dan juga hampir segala sesuatu selalu ada sistem agar semuanya bisa berjalan dengan baik.
            Sistem Informasi adalah perangkat lunak untuk menghubungkan komponen satu sama lain sehingga dapat menghasilkan sebuah data yang sudah di olah. Semua komputer harus memiliki sistem informasi agar bisa berjalan dengan baik. Sistem informasi sendiri memiliki peran yang sangat penting dalam menyalurkan sebuah data yang ada di komputer.
            Sistem informasi akutansi atau yang biasa di sebut SIA memiliki definisi dari penggabungan beberapa sub teori. Menurut Bodnar dan Hopwood (2006), yang diterjemahkan oleh Amir Abadi Yusuf menyatakan bahwa, “Sistem informasi akuntansi merupakan kumpulan sumber daya, seperti manusia dan peralatan yang dirancang untuk mengubah data keuangan dan data lainnya ke dalam informasi, informasi tersebut dikomunikasikan kepada para pembuat keputusan.”
Menurut Barry E. Cushing yang dikutip dan dialih bahasakan oleh La Midjan & Azhar Susanto (2003) mengatakan bahwa, “Sistem informasi akuntansi merupakan seperangkat sumber manusia dan modal dalam organisasi, yang berkewajiban untuk menyajikan informasi keuangan dan juga informasi yang diperoleh dari pengumpulan dan memproses data.
Definisi di atas bisa kita simpulkan sistem informasi akutansi adalah suatu kombinasi untuk mengatur keuangan sehingga menghasilkan sebuah data yang valid.
Sistem informasi akutansi juga memiliki beberepa komponen, yaitu :
1.      Manusia
2.      Komputer
3.      Basis data
4.      Pengkodean
5.      Dokumen
6.      Laporan
Fungsi Sistem Informasi Akutansi
1.      Mengumpulkan dan menyimpan data tentang aktivitas dan transaksi.
2.      Memproses data menjadi into informasi yang dapat digunakan dalam proses pengambilan keputusan.
3.      Melakukan kontrol secara tepat terhadap aset.
Manfaat  Sistem Informasi Akutansi
1.      Menyediakan informasi yang akurat dan tepat waktu sehingga dapat melakukan aktivitas utama pada value chain secara efektif dan efisien.
2.      Meningkatkan kualitas dan mengurangi biaya produk dan jasa yang dihasilkan
3.      Meningkatkan efisiensi
4.      Meningkatkan kemampuan dalam pengambilan keputusan
5.      Meningkatkan sharing knowledge
6.      menambah efisiensi kerja pada bagian keuangan
Kesimpulan
            Kesimpulan dari apa yang sudah dijelaskan diatas tentang sistem informasi akutansi adalah bahwa pada era globalisasi saat ini sistem informasi akutansi sangat dibutuhkan dalam sebuah perusahaan atau organisasi  untuk membantu dalam mengatur keuangan terutama. Sehingga semua nya bisa menghasilkan sebuah informasi yang valid.





Daftar Pustaka


Share: